HMK, BATAM — Menurut Surya Wijaya, Ketua Asosiasi Pariwisata Bahari Indonesia Kepulauan Riau, akibat dari kelalaian petugas tidak mengecap paspor penumpang kapal ferrry, mereka terpaksa harus balik kanan.

“Ada dua orang lagi dari Surabaya yang tidak dicap paspornya di hari yang sama, saya juga heran kenapa,” ujar Surya.

Keduanya berangkat dari pelabuhan di Batam pada hari Selasa, 27 Desember 2022.

Mereka berangkat dari dua pelabuhan berbeda yakni Batam Centre dan Harbour Bay.

“Dua orang dari Surabaya itu wisatawan Indonesia yang transit di Batam,” ujar Surya.

Namun sayangnya, yang warga dari Surabaya ini terpaksa menginap semalam di Stulang Laut Malaysia karena mereka berangkat sudah last ferry. “Tidak ada lagi kapal ke Batam karena ferry terakhir,” ujarnya.

Sedangkan satu lagi warga Batam yang tidak dicap paspornya masih sempat balik ke Batam karena berangkat dengan kapal pagi.

“Tapi tiketnya bolak balik kan sudah berapa, jadi ini merugikan, mana dia mau berobat,” ujar Surya.

Surya mengingatkan agar petugas Imigrasi di tempat pemeriksaan dokumen imigrasi di Batam lebih teliti dan jeli meskipun warga Indonesia yang hendak ke luar negeri cukup ramai menjelang Tahun Baru ini. (batamnews)