Oleh karena itu, ia berharap pelatihan entrepreneur yang diberikan dapat mencetak para tokoh agama yang produktif dan mandiri secara ekonomi.
“Kami ingin ekonomi umat tumbuh dari akar. Dengan pengelolaan koperasi yang baik dan pelatihan yang tepat, para peserta akan mampu menjadi agen perubahan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Amsakar juga menyampaikan dukungan Pemerintah Kota Batam melalui program pinjaman tanpa bunga dan bantuan permodalan koperasi. Fasilitas ini diharapkan mendorong keberhasilan koperasi dan pelaku usaha syariah di lingkungan umat.
“Koperasi ini harus tumbuh menjadi institusi ekonomi yang kuat dan bermanfaat. Kita ingin koperasi syariah benar-benar mewarnai lanskap ekonomi Kota Batam,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua MUI Kota Batam, Luqman Rifa’i menyampaikan bahwa pendirian koperasi syariah ini merupakan bentuk ikhtiar MUI dalam mewujudkan visi ekonomi umat yang inklusif dan berkelanjutan.
“Imam, mubaligh, dan guru Al-Qur’an selama ini berdakwah di tengah masyarakat. Kini saatnya mereka juga menjadi pelaku ekonomi yang menggerakkan kesejahteraan umat,” ujarnya.

