Dalam kesempatan yang sama, Ketua TP-PKK Kota Batam, Erlita Amsakar, mengajak seluruh peserta untuk berperan aktif dalam mencegah kekerasan terhadap anak dengan berani melapor apabila menemukan atau menyaksikan tindakan kekerasan, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Menurut Erlita, perlindungan anak membutuhkan kepedulian dan kerja sama seluruh elemen masyarakat karena anak merupakan generasi penerus yang menentukan masa depan bangsa.

“Anak-anak adalah titipan yang harus kita jaga bersama. Mereka merupakan generasi penerus bangsa yang akan menentukan masa depan Indonesia. Karena itu, menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Erlita juga menyampaikan bahwa TP-PKK Kota Batam terus memperkuat pendidikan karakter melalui Program Pembinaan Budi Pekerti yang telah dilaksanakan di seluruh 12 kecamatan di Kota Batam. Program tersebut mengedukasi pelajar agar saling menghormati, menghindari perundungan, serta membangun budaya sekolah yang ramah dan inklusif.

“Kami ingin tidak ada lagi perundungan di sekolah. Mari kita ciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang agar anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang berprestasi sekaligus berakhlak mulia,” kata Erlita.

Melalui pelatihan ini, Pemko Batam berharap kesadaran warga sekolah dalam mengenali, mencegah, dan menangani kekerasan terhadap anak semakin meningkat sehingga tercipta ekosistem pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. (adv)