“Maka, saya ingin membuktikan bahwa saya bisa menjawab tantangan itu. Meski langkah saya terasa terkunci, saya pernah berkata kepada Kakanda Ismeth Abdullah bahwa perjuangan saya kemarin adalah perjuangan melawan kemustahilan. Bahkan, beberapa tokoh terdekat saya juga menyebutnya demikian,” lanjutnya.

Amsakar Ahmad mengakui bahwa menjadi Walikota Batam ke depan akan menghadapi banyak pekerjaan rumah (PR) yang berat.

Ia menyebut sejumlah isu krusial, seperti persoalan air, pelabuhan, bandara, rumah sakit, banjir, hingga sampah yang kian memprihatinkan.

“Masalah sampah, misalnya, saat ini sudah mencapai 7,5 ton, dan diperkirakan dua tahun lagi kapasitasnya penuh. Ini adalah persoalan besar yang perlu segera diselesaikan,” katanya.

Amsakar juga mengajak seluruh masyarakat Batam untuk berperan aktif memberikan ide, saran, dan pendapat demi kemajuan kota.

“Menjadi tugas kita bersama untuk memastikan kepemimpinan ini responsif terhadap kompleksitas persoalan yang ada sekaligus mampu menghadirkan solusi,” tambahnya.