“Lebih dari itu, kegiatan ini juga momentum kebersamaan, di mana kita bisa bertemu, berbaur, dan memperkuat rasa persaudaraan,” ujarnya.
Selain mencari bibit atlet, panitia juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas.
Pesan khusus disampaikan agar peserta menjadikan turnamen ini sebagai sarana mencari kawan, bukan lawan.
“Menang dan kalah itu hal biasa. Yang terpenting adalah semangat kebersamaan dan persaudaraan yang kita bangun,” tambah Azuar.
Panitia pun mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban dan kebersihan selama pertandingan berlangsung.
Kendaraan diminta diparkirkan dengan tertib di sekitar Tugu Proklamasi Kelurahan Letung, sehingga suasana pertandingan tetap aman dan nyaman.
Sorak-sorai penonton, tepuk tangan riuh, hingga yel-yel penyemangat dari masing-masing desa membuat suasana semakin meriah.
Banyak warga menilai turnamen ini sudah menjadi tradisi tahunan yang selalu ditunggu-tunggu, karena selain sebagai hiburan, juga menjadi ajang mempererat persaudaraan.
Dengan semangat HUT ke-80 RI, masyarakat Jemaja berharap turnamen ini dapat menumbuhkan rasa persatuan, gotong royong, dan sportivitas di kalangan generasi muda.

