Anjing-anjing tersebut kemudian mengejar kendaraan yang melintas. K dan P selanjutnya keluar dari rumah untuk menegur para pengendara.

Keduanya juga menjelaskan bahwa benda yang mereka bawa bukan senjata tajam, melainkan kayu dan rotan.

“Setelah kami lakukan klarifikasi kepada pihak-pihak terkait, diperoleh penjelasan bahwa kejadian tersebut merupakan kesalahpahaman,” kata Sutomo, Sabtu (19/9/2026).

Setelah masing-masing pihak memberikan penjelasan, persoalan tersebut akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan.

K dan P menyampaikan permintaan maaf kepada S dan M, yang kemudian diterima oleh kedua pihak.

Kapolsek Jemaja mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan terhadap suatu kejadian sebelum memperoleh informasi yang lengkap.

Ia juga meminta masyarakat segera menyampaikan laporan kepada kepolisian apabila menemukan persoalan di lingkungan sekitar, sehingga dapat dilakukan klarifikasi dan penanganan secara tepat.

“Kami mengajak masyarakat mengedepankan komunikasi dan saling menghormati. Persoalan yang dapat diselesaikan secara kekeluargaan hendaknya tidak berkembang menjadi konflik,” ujarnya.

Polsek Jemaja memastikan persoalan tersebut telah diselesaikan dengan aman dan damai.

Masyarakat juga diimbau bersama-sama menjaga komunikasi serta situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif.