HARIANMEMOKEPRI.COM – Kabupaten Kepulauan Anambas diselimuti kabut asap sejak Minggu (23/8/2026) malam.
Kabut asap tersebut diduga merupakan kiriman dari wilayah Kalimantan akibat pola pergerakan angin.
Kondisi ini berdampak pada penurunan jarak pandang di wilayah Anambas tercatat sekitar 4 kilometer.
BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Tarempa meminta masyarakat dan pengguna jasa transportasi meningkatkan kewaspadaan.
Kepala UPT Stasiun Meteorologi Kelas III Tarempa, Samuel Sutanto Sidauruk, menjelaskan hasil pemantauan citra satelit tidak menemukan adanya hotspot di wilayah Kepulauan Anambas.
Menurutnya, kabut asap yang terpantau di Anambas terbawa oleh angin dari arah Tenggara hingga Selatan menuju Barat Laut hingga Utara dengan kecepatan mencapai 14–24 knot.
“Tidak ada titik panas (hotspot) di wilayah Kepulauan Anambas. Namun, pola pergerakan angin permukaan membawa sebaran asap dari wilayah Kalimantan,” kata Samuel dalam keterangan resminya.
Pemantauan BMKG pada Minggu sejak sekitar pukul 16.00 WIB hingga malam hari menunjukkan konsentrasi kabut asap di wilayah Anambas semakin menebal.
Ketiadaan hotspot di Anambas menjadi salah satu indikator bahwa kabut asap yang terjadi bukan berasal dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah setempat.
Warga Diminta Batasi Aktivitas di Luar Rumah
Mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan, BMKG meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.
Masyarakat juga dianjurkan menggunakan masker sesuai standar ketika harus beraktivitas di luar rumah. Selain itu, ventilasi rumah dapat ditutup sementara apabila konsentrasi asap semakin pekat.

