“Itu murni hasil panen Kelompok Tani Cahaya Pagi, bukan program desa. Jadi jangan disalahartikan,” tegasnya.
Terkait proses pemeriksaan, Deva menyatakan pihaknya telah bersikap kooperatif dengan menyerahkan seluruh dokumen yang diminta oleh inspektorat.
“Kami sudah serahkan semua dokumen. Sekarang tinggal menunggu hasil pemeriksaan. Apa pun hasilnya nanti, itu akan menjadi bahan evaluasi kami,” katanya.
Di tengah polemik yang berkembang, Deva mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi serta tetap menjaga situasi desa tetap kondusif.
“Kami terbuka. Siapa pun, baik masyarakat, LSM, maupun media, silakan datang langsung ke kantor desa untuk mendapatkan penjelasan,” ujarnya.
Sebagai bentuk transparansi, pemerintah desa juga telah memasang papan informasi kegiatan di beberapa titik yang memuat data aktivitas hingga keluar-masuk barang, termasuk bantuan dari pihak ketiga.
Menutup keterangannya, Deva menegaskan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi jika ditemukan kekeliruan dalam pelaksanaan program.

