Rovaniyadi menyebut pembagian masker tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan BPBD dalam menghadapi dampak asap kiriman yang mulai dirasakan masyarakat.

Menurutnya, keterlibatan pemerintah kecamatan sangat penting untuk memastikan distribusi masker berjalan efektif dan menjangkau sasaran yang telah ditentukan.

“Pelaksanaan di masing-masing kecamatan juga dibuka oleh Camat setempat. Ini menunjukkan bahwa penanganan dampak asap membutuhkan kolaborasi dari seluruh unsur, bukan hanya BPBD,” ujarnya.

Ia menambahkan, anak-anak sekolah menjadi salah satu kelompok yang menjadi perhatian karena tetap menjalankan aktivitas pendidikan sehari-hari dan berpotensi terpapar asap ketika berada di luar ruangan.

“Pembagian masker ini sifatnya antisipatif. Kita tidak menunggu sampai kondisi asap menjadi semakin buruk. Dengan membagikan masker sejak awal, kita berharap masyarakat sudah memiliki perlindungan dasar dan memahami pentingnya menjaga kesehatan ketika kualitas udara menurun,” katanya.

Selain menggunakan masker, BPBD mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi kabut asap semakin pekat.