Raja Bayu juga meminta orang tua dan pihak sekolah memberikan perhatian lebih kepada anak-anak apabila kondisi kabut asap semakin pekat.

“Anak-anak juga perlu mendapatkan perhatian lebih agar tidak terlalu banyak melakukan aktivitas di luar ruangan apabila kondisi asap semakin pekat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kepulauan Anambas, Rovaniyadi, S.P., menjelaskan bahwa distribusi masker dilakukan serentak di seluruh kecamatan agar perlindungan dasar terhadap paparan asap dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

“Hari ini BPBD melaksanakan pembagian masker secara serentak di seluruh kecamatan. Total ada 24.498 masker yang kita distribusikan dengan sasaran 87 sekolah mulai dari PAUD, TK, SD, SMP/sederajat, SMA/sederajat, serta masyarakat,” jelasnya.

Rovaniyadi menyebut pembagian masker tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan BPBD dalam menghadapi dampak asap kiriman yang mulai dirasakan masyarakat.

Menurutnya, keterlibatan pemerintah kecamatan sangat penting untuk memastikan distribusi masker berjalan efektif dan menjangkau sasaran yang telah ditentukan.

“Pelaksanaan di masing-masing kecamatan juga dibuka oleh Camat setempat. Ini menunjukkan bahwa penanganan dampak asap membutuhkan kolaborasi dari seluruh unsur, bukan hanya BPBD,” ujarnya.

Ia menambahkan, anak-anak sekolah menjadi salah satu kelompok yang menjadi perhatian karena tetap menjalankan aktivitas pendidikan sehari-hari dan berpotensi terpapar asap ketika berada di luar ruangan.

“Pembagian masker ini sifatnya antisipatif. Kita tidak menunggu sampai kondisi asap menjadi semakin buruk. Dengan membagikan masker sejak awal, kita berharap masyarakat sudah memiliki perlindungan dasar dan memahami pentingnya menjaga kesehatan ketika kualitas udara menurun,” katanya.