HARIANMEMOKEPRI.COM – Kabut asap mulai memasuki wilayah Pulau Bintan, Kepulauan Riau, pada Jumat (4/9/2026) pagi.
Kondisi tersebut diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Pulau Sumatera terbawa angin menuju Kepulauan Riau.
Prakirawan BMKG Tanjungpinang Muhammad Fadris Dwiandoko menyampaikan, berdasarkan pemantauan citra satelit, kabut asap tersebut bergerak mengikuti arah angin dari Tenggara-Selatan menuju Utara-Timur Laut.
Pada saat yang sama, BMKG juga mendeteksi dua titik panas (hotspot) di Pulau Bintan. Masing-masing berada di wilayah Mantang dan Bintan Buyu.
Meski terdapat kabut asap, kondisi cuaca di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan dalam tiga hari ke depan, 5-7 September 2026, diprakirakan masih didominasi cerah berawan hingga berawan.
“Secara umum, kondisi cuaca di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan hingga tiga hari ke depan diprakirakan masih didominasi oleh cuaca cerah berawan hingga berawan sepanjang hari,” ujar Fadris.
Untuk kondisi angin permukaan, BMKG memperkirakan angin bertiup dari arah Tenggara hingga Selatan dengan kecepatan sekitar 5-30 kilometer per jam. Suhu udara juga berpotensi mencapai 33 derajat Celsius.

