Suara deburan ombak yang membentur deretan perahu kayu nelayan menyambut siapa saja yang melangkahkan kaki di pesisir desa nelayan tersembunyi ini sejak matahari baru saja terbit di ufuk timur.
Kebanyakan pelancong perkotaan sengaja mendatangi kawasan pesisir Sumatra Barat ini demi memburu kedamaian sejati yang mulai sulit ditemukan di tengah kepungan kemacetan serta rutinitas harian yang melelahkan.
Perjalanan darat selama dua jam dari pusat Kota Padang menyajikan pemandangan bukit hijau merimbun yang saling bersahutan dengan biru Samudra Hindia di sepanjang jalur pesisir selatan nan memikat.
Begitu roda kendaraan melintasi gerbang masuk permukiman warga, ritme kehidupan seolah mendadak melambat, mengajak setiap pendatang untuk melepaskan segala beban pikiran yang menumpuk selama berbulan-bulan.
Rumah-rumah panggung kayu bercat cerah milik penduduk setempat berdiri kokoh berjejer di tepi pantai, memperlihatkan kehangatan arsitektur tradisional yang menyatu secara harmonis dengan alam sekitar.

