Suara ketukan dayung kayu yang membentur permukaan air Sungai Pute mendadak menjadi satu-satunya irama yang memecah keheningan pagi di kawasan gugusan karst Maros.
Kebanyakan pelancong perkotaan sengaja melarikan diri ke lembah tersembunyi ini demi menghirup udara bersih yang menyegarkan paru-paru sekaligus menenangkan pikiran dari hiruk-pikuk aktivitas harian.
Tebing-tebing batu kapur menjulang tinggi memagari alur sungai sempit yang berkelok-kelok di antara rimbunnya rumpun pohon nipa serta vegetasi tropis yang hijau memikat.
Menyusuri perairan tenang ini dengan perahu motor kecil memberikan sensasi seolah-olah kita sedang memasuki dunia purba yang belum terjamah oleh kemajuan teknologi modern.
Kawasan karst yang membentang luas di Kabupaten Maros dan Pangkep ini tercatat sebagai salah satu hamparan menara kapur terbesar serta tercantik di seluruh dunia.
Warga setempat mengelola transportasi perahu kayu ini secara bergiliran untuk menjaga pemerataan pendapatan ekonomi keluarga sembari memelihara kelestarian lingkungan alam tempat tinggal mereka.

