“Kita harus telusuri dulu asetnya siapa, kemudian yang membangun kemarin siapa, dan program yang mana. Barulah kita akan mulai melakukan perencanaan untuk membenahi kawasan tersebut,” jelasnya.

Ia juga mengakui, bahwa memang selama ini kawasan tersebut belum pernah mendapat perawatan sejak pertama kali diresmikan.

“Akan kami pelajari lebih lanjut, mudah-mudahan kedepan pelantar kampung Bugis itu juga masuk dari bagian yang ditata. Tapi hari ini secara administrasi kami belum sampai ke tahapan itu,” pungkasnya.

Sampai kini Pelantar Pelangi Kampung Bugis sudah jarang dikunjungi dengan kondisinya memprihatinkan dan banyak juga pelaku usaha gulung tikar akibat sepi pengunjung sejak Pandemic covid 19.