“Manfaatkan sirkuit non permanen ini dengan sebaik-baiknya untuk mengasah keahlian para crosser muda untuk menyalurkan bakatnya, saya harap kegiatan ini dapat dilaksanakan berkelanjutan sehingga Tanjungpinang akan lahir para crosser-crosser handal dan profesional yang siap kita ikutkan dalam berbagai ajang kompetisi Motocross,” tutur Walikota Tanjungpinang Hj Rahma.
Ketua Pelaksana Kejuaraan Motocross piala Walikota Tanjungpinang Buddy Yeppie mengatakan, kejuaraan seperti ini sudah lama tidak hadir di Tanjungpinang. Sementara di wilayah Kepri dan Tanjungpinang sendiri, menurut Buddy, banyak pengguna motor trail atau lebih dikenal dengan sebutan motor terabas yang bermain dalam kelompok-kelompok kecil.
“Alhamdulillah kita mendapat dukungan dari Ibu Walikota, hingga kejuaraan ini dapat terselenggara. Kejuaraan ini adalah bentuk pembinaan kepada para pemotor, dan semoga dapat mengobati kerinduan masyarakat,” ungkap Buddy yang namanya sangat familiar di telinga pembalap Kepri.
Kejuaraan Motocross piala Walikota Tanjungpinang, memperlombakan 10 kelas mulai dari kelas special engine sampai kelas terabas non pembalap. Secara lengkap seluruh kelas yang diperlombakan dalam kejuaraan ini adalah :
Special engine, expro campuran non SE, grasstrack campuran 2 tak dan 4 tak 250 cc, kelas bebek 2 tak dan 4 tak 130 cc, trail standar pemula dan junior, kelas mini moto sampai dengan 12 tahun, sampai kelas open terabas non pembalap.

