“Kalau madrasah biasa-biasa saja, pelan-pelan akan ditinggalkan. Inovasi adalah keharusan,” tegasnya.

Erizal mendorong penguatan keunggulan madrasah, termasuk pengembangan sistem asrama sebagai nilai tambah.

Acara ini dihadiri berbagai unsur lintas sektor, mulai dari pejabat Kemenag, kepala madrasah, kepala KUA, tokoh lintas agama seperti Ketua Pemuda Katolik Tanjungpinang, Pastor Antonius Wahyu, unsur Muhammadiyah, Ketua LAZNAS Yakesma Kepri, IPHI Kepri, serta Ketua BKMT Kota Tanjungpinang.

Kehadiran pengawas madrasah, forum MGMP, dan Kelompok Kerja Guru (KKG) SD menambah nuansa kolaborasi pendidikan dan keagamaan.

Halal Bihalal ini akhirnya menjadi panggung konsolidasi lintas sektor, memperkuat sinergi, menyatukan visi, dan menegaskan arah pembangunan keagamaan serta pendidikan di Kota Tanjungpinang.

Pesan utama yang tercermin adalah: kekompakan, inovasi, dan ketulusan menjadi kunci menghadapi tantangan zaman sekaligus menjaga harmoni kehidupan beragama di kota gurindam ini.