HARIANMEMOKEPRI.COM – Gelaran Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H/2026 M yang diselenggarakan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tanjungpinang, Rabu (8/4/2026), bukan sekadar ajang silaturahmi.

Acara Halal Bihalal ini diwarnai serangkaian agenda strategis, mulai dari pelepasan petugas haji, serah terima jabatan, hingga pesan tegas terkait tantangan dunia madrasah.

Momen kebersamaan ditandai dengan makan siang bersama, tepuk tepung tawar, dan pelepasan Mila Sari, ASN Kemenag Tanjungpinang yang akan bertugas sebagai petugas haji non-kloter bidang transportasi tahun 2026.

Mila menceritakan perjuangannya yang panjang, lima kali mengikuti seleksi hingga akhirnya lolos pada Desember 2025, melalui diklat 20 hari offline dan 10 hari online di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

“Terima kasih atas doa dan dukungan Bapak/Ibu semua. Mohon maaf atas segala khilaf selama berinteraksi dan bekerja,” ujar Mila Sari,

Mila berharap amanah tersebut menjadi ladang ibadah dan memohon doa agar diberi kekuatan lahir batin saat melayani jemaah haji di Tanah Suci.

Selain pelepasan petugas haji, halal bihalal ini juga diwarnai penandatanganan berita acara serah terima jabatan Kepala Madrasah.

Jabatan Kepala MIN Tanjungpinang diserahkan dari Suriyati kepada Asra, sementara Kepala MTsN Tanjungpinang kini dijabat Suriyati menggantikan Meli Deswita.

Kepala Kemenag Tanjungpinang, Erizal, dalam sambutan dan tausiah menegaskan bahwa halal bihalal bukan hanya tradisi, tetapi momentum untuk “membersihkan diri” dari beban emosional agar kinerja semakin optimal.

Ia juga meminta maaf terbuka kepada seluruh jajaran dan tokoh lintas agama, sekaligus menegaskan komitmen membangun pelayanan lebih baik di Kota Tanjungpinang.

Erizal memaparkan jadwal keberangkatan jemaah haji 2026, dengan jemaah Tanjungpinang masuk Embarkasi Batam pada 21 April dan diberangkatkan ke Arab Saudi 22 April.

Ia menekankan konsep istithaah dalam ibadah haji, meliputi kesiapan fisik, mental, finansial, dan keamanan, serta pentingnya niat.

Namun, pernyataan paling tajam disampaikan terkait masa depan madrasah. Erizal mengingatkan bahwa sekolah rakyat dan sekolah unggulan Garuda menjadi tantangan serius.

“Kalau madrasah biasa-biasa saja, pelan-pelan akan ditinggalkan. Inovasi adalah keharusan,” tegasnya.

Erizal mendorong penguatan keunggulan madrasah, termasuk pengembangan sistem asrama sebagai nilai tambah.

Acara ini dihadiri berbagai unsur lintas sektor, mulai dari pejabat Kemenag, kepala madrasah, kepala KUA, tokoh lintas agama seperti Ketua Pemuda Katolik Tanjungpinang, Pastor Antonius Wahyu, unsur Muhammadiyah, Ketua LAZNAS Yakesma Kepri, IPHI Kepri, serta Ketua BKMT Kota Tanjungpinang.

Kehadiran pengawas madrasah, forum MGMP, dan Kelompok Kerja Guru (KKG) SD menambah nuansa kolaborasi pendidikan dan keagamaan.

Halal Bihalal ini akhirnya menjadi panggung konsolidasi lintas sektor, memperkuat sinergi, menyatukan visi, dan menegaskan arah pembangunan keagamaan serta pendidikan di Kota Tanjungpinang.

Pesan utama yang tercermin adalah: kekompakan, inovasi, dan ketulusan menjadi kunci menghadapi tantangan zaman sekaligus menjaga harmoni kehidupan beragama di kota gurindam ini.