Pada kesempatan yang sama, Walikota Tanjungpinang Hj Rahma mengatakan, angka stunting di Kota Tanjungpinang turun dari 18,8 persen pada tahun 2022 menjadi 15,7 persen pada tahun 2023. 

Kolaborasi Penanggulangan Stunting dengan melibatkan unsur TNI, Polri, DPRD, dan berbagai institusi pendidikan tersebut, ditujukan untuk mendukung target Indonesia zero stunting 2030.

Baca Juga: Mario Dandy Satrio Tersangka Penganiayaan Belum dijenguk Oleh Keluarga

“Kegiatan Kolaborasi Penanggulangan Stunting tidak hanya berhenti sampai di sini. Kegiatan juga masih akan dilanjutkan dengan edukasi kepada ibu hamil, dan edukasi tentang pentingnya minum tablet tambah darah,” jelas Walikota Tanjungpinang Hj Rahma.

Untuk lebih memfokuskan penanggulangan stunting di Tanjungpinang, Pemerintah Kota Tanjungpinang juga membentuk 18 Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) di 18 Kelurahan se-Kota Tanjungpinang. 

Baca Juga: Amy Qanita Sempat Jatuh Sakit Kini Kembali beraktivitas Dengan Buka Restoran Baru, Berikut Info Lengkapnya

Dengan dukungan pemerintah, Kampung Keluarga Berkualitas ini ditujukan untuk mengintegrasikan penyelenggaraan pemberdayaan dan penguatan institusi keluarga.

Dengan maksud agar setiap keluarga mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, keluarga, dan masyarakat.

Dilanjutkan dengan menyapa ribuan peserta mulai dari tingkat SMP dan SMA melalui virtual zoom meeting oleh Deputi Pengendalian Penduduk BKKBN RI disejalankan dengan aksi minum tablet tambah darah (TTD).***