Menurutnya, mengubah Kampung Keluarga Berencana menjadi Kampung Keluarga Berkualitas juga ditujukan untuk memicu terciptanya peningkatan kualitas keluarga.
Baca Juga: Dandim 0315 Tanjungpinang Melepas Keberangkatan Almarhum Sertu Mariston Bakkara ke Sumatera Utara
“Upaya mengurangi angka stunting dilakukan secara timbal balik. Melalui hubungan vertikal dan horizontal. Diperlukan kolaborasi dari berbagai pihak. Apa yang dilakukan Pemerintah Kota Tanjungpinang hari ini, merupakan aplikasi nyata tujuan bersama penurunan stunting di Indonesia,” ungkap Bonivasius Prasetya Ichtiarto
Pada kesempatan yang sama, Walikota Tanjungpinang Hj Rahma mengatakan, angka stunting di Kota Tanjungpinang turun dari 18,8 persen pada tahun 2022 menjadi 15,7 persen pada tahun 2023.
Kolaborasi Penanggulangan Stunting dengan melibatkan unsur TNI, Polri, DPRD, dan berbagai institusi pendidikan tersebut, ditujukan untuk mendukung target Indonesia zero stunting 2030.
Baca Juga: Mario Dandy Satrio Tersangka Penganiayaan Belum dijenguk Oleh Keluarga

