HARIANMEMOKEPRI.COM – Pengelola Makan Bergizi Gratis (MBG) Beji 2 memberikan klarifikasi terkait dugaan pembuangan limbah dapur ke saluran irigasi pertanian yang sebelumnya disebut berpotensi mencemari lingkungan.
Pihak MBG Beji 2 membantah tudingan bahwa limbah dapur dibuang secara mentah dan langsung ke saluran irigasi.
Pengelola menegaskan, limbah dari aktivitas dapur terlebih dahulu melalui proses penyaringan untuk memisahkan sisa makanan maupun material padat sebelum dialirkan.
Khalid selaku pihak pengelola MBG Beji 2 mengatakan, pengelolaan limbah menjadi salah satu hal yang terus diperhatikan untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
“Kami memastikan limbah dapur tidak langsung dibuang begitu saja. Sebelum dialirkan, dilakukan penyaringan terlebih dahulu agar sisa makanan maupun material padat tidak ikut masuk ke saluran,” ujar Khalid, Sabtu (5/9/2026).
Menurutnya, pihak pengelola juga akan terus melakukan evaluasi terhadap sistem pengelolaan limbah.
Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi munculnya persoalan lingkungan, terutama bagi para petani yang memanfaatkan saluran irigasi di sekitar lokasi.
“Kami terbuka apabila ada masukan dari warga maupun petani. Kalau ada bagian dari sistem pengelolaan limbah yang perlu diperbaiki, tentu akan kami evaluasi dan benahi,” lanjutnya.
Khalid menegaskan, pihak MBG Beji 2 tidak memiliki maksud untuk merugikan masyarakat ataupun mengganggu aktivitas pertanian.
Karena itu, pengelolaan limbah dapur akan terus menjadi perhatian sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan.
Pihak pengelola juga berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi dan pemeriksaan langsung di lapangan.
Menurutnya, dugaan pencemaran sebaiknya tidak langsung menjadi kesimpulan sebelum kondisi saluran irigasi dan sistem pengelolaan limbah diperiksa secara objektif.
“Kami siap berkoordinasi dengan pihak terkait apabila diperlukan, termasuk untuk memastikan kondisi saluran irigasi maupun sistem pengelolaan limbah di lapangan,” pungkasnya.
Klarifikasi tersebut disampaikan sebagai respons atas adanya dugaan limbah dapur MBG Beji 2 yang masuk ke saluran irigasi pertanian.
Pihak pengelola menyatakan siap melakukan perbaikan apabila hasil pemeriksaan di lapangan menunjukkan adanya bagian dari sistem pengelolaan limbah yang perlu dibenahi.

