HARIANMEMOKEPRI.COM – Keberangkatan atlet tenis meja Kabupaten Pemalang untuk berlaga pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Tengah menjadi sorotan.

Proses penentuan atlet yang mewakili Kabupaten Pemalang disebut-sebut diwarnai dugaan adanya permainan orang dalam.

Isu tersebut mencuat setelah beredar informasi di media sosial yang menyebut atlet peraih juara pertama tingkat Kabupaten Pemalang justru tidak diberangkatkan, sementara atlet yang disebut sebagai juara ketiga dipilih untuk mengikuti POPDA Jawa Tengah.

Namun, informasi tersebut dibantah oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Pemalang.

Kabidpora Dindikpora Kabupaten Pemalang, Atik Pranoto, menegaskan bahwa atlet bernama Faiq yang diberangkatkan ke POPDA Jawa Tengah bukan merupakan juara ketiga sebagaimana informasi beredar.

“Informasi tersebut tidak benar. Yang diberangkatkan ke POPDA Jateng bernama Faiq bukanlah juara tiga, melainkan peraih juara satu Popda tingkat SD Kabupaten Pemalang tahun 2025, yang saat ini sudah naik ke jenjang SMP,” jelas Atik Pranoto, Sabtu (5/9/2026).

Menurutnya, atlet yang tidak diberangkatkan, Fiqi Qubaela, merupakan peraih juara satu POPDA tingkat SMP Kabupaten Pemalang pada 2025.

Atik menjelaskan, keputusan untuk mengirimkan Faiq sebagai wakil Kabupaten Pemalang pada POPDA Jawa Tengah telah melalui proses evaluasi oleh tim panitia pelaksana.

Ia juga menegaskan bahwa berdasarkan petunjuk teknis resmi POPDA, status sebagai juara pertama tingkat kabupaten tidak serta-merta menjadi jaminan mutlak seorang atlet untuk diberangkatkan ke tingkat provinsi.