HARIANMEMOKEPRI.COM — Pertandingan sepak bola Piala Dunia U20 FIFA 2023 di Indonesia sebagai tuan rumah resmi dibatalkan wujud penolakan berbagai pihak termasuk dua kepala daerah atas keikut sertaan tim Israel, apakah layak alasan politik di disangkutpautkan dengan alasan olahraga?
Pada tahun 2019 Indonesia pertama kali terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia U20 2021, Desember tahun 2020 di umumkan batal karena pandemic covid 19 dan akan dilaksanakan pada tahun 2023 pada tanggal 25 maret kemarin.
Baca Juga: Kepala Dinas Perhubungan Tutup Usia, Sekda Tanjungpinang: Saya merasa sangat Berduka dan Kehilangan
Berbagai pihak termasuk Gubernur Bali I Wayan coaster menolak wilayahnya jadi tempat bertandingnya Israel. Kemudian Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah melakukan aksi serupa dan pada akhirnya pada tanggal 29 Maret 2023
FIFA memutuskan Indonesia tidak menjadi tuan rumah Piala Dunia U20 FIFA 2023 dan akan digantikan Negara lain dan upaya negoisasi Erick Thohir di Doha Qatar juga tidak mampu menyelamatkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U20 FIFA 2023.
Penolakan Israel untuk main di Indonesia oleh sebagian pihak didasarkan karena mereka menganggap Negara Yahudi itu adalah Negara penjahah dan tidak pantas masuk ke Indonesia karena Indonesia mendukung penuh kemerdekaan negara Palestina.
Baca Juga: Walikota Batam Terima Keluhan RT RW Terkait Tak Kunjung Selesai Pembangunan Jalan Laksamana Bintan
Sehingga seandainya tim Israel datang ke Indonesia, Indonesia tidak bisa menjamin soal keamanan kepada Israel yang banyak diprotes dari banyak pihak sehingga FIFA membuat keputusan besar dengan membatalkan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U20 FIFA 2023.
Selain kekecewaan dan kesedihan yang dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia, Indonesia menjadi banyak kehilangan kesempatan untuk menyelengarakan event Internasional khususnya dunia persepak bola padahal sudah banyak persiapan yang telah disiapkan oleh Indonesia dalam event FIFA ini
Namun dibatalkan karena dengan alasan Negara Israel berkonflik dan menjajah Negara Palestine, dan bukan hanya itu saja Indonesia juga secara tidak langsung Indonesia memberikan pandangan kurang suportif dan kurang berkomitmen tinggi menjamin
Baca Juga: Operasi Pekat Seligi 2023, Polresta Tanjungpinang Temukan Pedagang Miras dan Kembang Api
Terselenggaranya event Internasional U-20 FIFA di Indonesia. Ditambah juga pemerintah tidak mempunyai alternatif lain supaya Timnas Indonesia U20 bisa tetap bermain karena pemain timnas sudah jauh jauh hari menyiapkan diri untuk berlaga.
Namun jika dilihat dari sudut pandang lain dengan kedatangan pemain Israel setidaknya Indonesia bisa membuka jalan untuk berdiskusi langsung dengan pihak Israel mengenai perdamaian dan Indoensia juga dapat menunjukan peran aktif memperjuangkan hak-hak Negara Palestine.***
(Penulis: Ferdiansyah/Mahasiswa Stisipol Raja Haji Fisabilillah)

