HARIANMEMOKEPRI.COM – Kasus penemuan jasad perempuan dikubur dangkal di belakang rumah di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, terus menyita perhatian publik.
Kakak kandung terduga pelaku, Nanang, mengungkap sejumlah hal mencurigakan dilakukan Jaka sebelum kasus tersebut terungkap.
Dikutip dari video Tribun Batam, Nanang mengatakan Jaka sempat datang ke rumahnya pada Senin (27/4/2026) dengan menitipkan beberapa barang penting sebelum pergi meninggalkan daerah.
“Dia datang menitipkan kunci rumah, kunci mobil, sama kunci garasi. Waktu saya tanya mau ke mana, dia bilang mau menenangkan diri,” ujar Nanang.
Setelah pergi, Jaka masih sempat berkomunikasi dengan keluarganya. Ia mengabarkan telah tiba di Batam dan berencana melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat.
“Dia bilang sudah di Batam dan mau ke bandara. Setelah itu tidak bisa dihubungi karena katanya sedang di pesawat,” kata Nanang.
Keesokan harinya, komunikasi kembali terjalin. Dalam percakapan tersebut, Jaka mengaku sudah bertemu anaknya, namun belum bertemu mantan istrinya.
Tak lama setelah itu, Jaka kembali menghubungi Nanang untuk meminta bantuan uang sekitar Rp2 juta hingga Rp3 juta.
“Dia minta tolong dicarikan uang. Saya bilang belum ada dan akan saya usahakan,” jelas Nanang.
Di tengah komunikasi tersebut, Nanang justru menerima kabar mengejutkan dari keluarganya di Dabo Singkep terkait penemuan mayat perempuan di belakang rumah Jaka.
“Saya ditelepon anak saya, katanya ada mayat ditemukan di belakang rumah Jaka. Saya langsung kaget dan sesak dengarnya,” ungkapnya.
Nanang mengaku langsung memiliki firasat bahwa korban merupakan istri Jaka, karena keduanya diketahui sedang mengalami masalah rumah tangga.
“Saya langsung menduga itu istrinya, sebab mereka memang sedang ada masalah,” ujarnya.
Nanang kemudian berusaha menghubungi Jaka dan memintanya segera pulang untuk menghadapi persoalan tersebut. Namun, Jaka tetap membantah terlibat.
“Dia bilang bukan pelakunya. Saya bilang kalau bukan kamu siapa lagi? Saya minta dia pulang dan selesaikan semuanya,” katanya.
Sejak percakapan itu, nomor telepon Jaka disebut sudah tidak lagi aktif dan tidak dapat dihubungi.
Nanang pun mengaku curiga terhadap keterlibatan adiknya dalam kasus tersebut dan berharap Jaka segera menyerahkan diri kepada polisi.
“Saya berharap dia segera pulang dan menyerahkan diri supaya masalah ini jelas. Saya juga kasihan karena terus dimintai keterangan polisi,” tutup Nanang

