Tak lama setelah itu, Jaka kembali menghubungi Nanang untuk meminta bantuan uang sekitar Rp2 juta hingga Rp3 juta.

“Dia minta tolong dicarikan uang. Saya bilang belum ada dan akan saya usahakan,” jelas Nanang.

Di tengah komunikasi tersebut, Nanang justru menerima kabar mengejutkan dari keluarganya di Dabo Singkep terkait penemuan mayat perempuan di belakang rumah Jaka.

“Saya ditelepon anak saya, katanya ada mayat ditemukan di belakang rumah Jaka. Saya langsung kaget dan sesak dengarnya,” ungkapnya.

Nanang mengaku langsung memiliki firasat bahwa korban merupakan istri Jaka, karena keduanya diketahui sedang mengalami masalah rumah tangga.

“Saya langsung menduga itu istrinya, sebab mereka memang sedang ada masalah,” ujarnya.

Nanang kemudian berusaha menghubungi Jaka dan memintanya segera pulang untuk menghadapi persoalan tersebut. Namun, Jaka tetap membantah terlibat.

“Dia bilang bukan pelakunya. Saya bilang kalau bukan kamu siapa lagi? Saya minta dia pulang dan selesaikan semuanya,” katanya.

Sejak percakapan itu, nomor telepon Jaka disebut sudah tidak lagi aktif dan tidak dapat dihubungi.