Dalam sambutannya, Diki Wijaya menegaskan pentingnya transformasi BLKPP menjadi lembaga pelatihan yang adaptif terhadap dinamika pasar kerja, serta mampu mencetak tenaga kerja unggul dari sisi keterampilan teknis dan karakter.

“Pelatihan berbasis kompetensi harus relevan dengan kebutuhan industri. BLKPP Kepri kami arahkan menjadi Transformative Training Center yang melahirkan tenaga kerja terampil, tangguh, dan produktif, serta membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat rentan dan penyandang disabilitas untuk ikut berdaya,” ujar Diki.

Usai pembukaan, rombongan meninjau workshop teknik pengelasan dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang kini tengah direnovasi besar-besaran.

Proyek peningkatan fasilitas yang dibiayai melalui APBD 2025 tersebut telah mencapai progres 90 persen.

Ini menjadi pembaruan terbesar sejak bangunan workshop pengelasan berdiri pada 1985 dan terakhir direvitalisasi pada tahun 2000.

Sementara itu, Kadis ESDM Kepri M. Darwin menilai peningkatan sarana pelatihan ini sejalan dengan kebutuhan tenaga kerja sektor energi dan manufaktur di Kepri.