Wagub Kepri mengungkapkan bahwa sejumlah investor telah menyatakan minatnya untuk menanamkan modal di Kepri pada tahun 2025, khususnya di Pulau Bintan.
Sektor yang diminati antara lain pembangunan kawasan Artificial Intelligence (AI) dan Data Center, kawasan industri, proyek Jembatan Batam–Bintan, pelabuhan bongkar muat internasional, hingga pengembangan skytrain di Tanjungpinang.
Untuk itu, Wagub berharap dukungan penuh dari BPN Kepri dalam memastikan kejelasan status lahan yang akan dimanfaatkan agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
“Kami mohon dukungan dari BPN dan Kantah di daerah agar sinkronisasi dengan OPD seperti Dinas PUPP dan DLH bisa berjalan baik, terutama dalam memastikan status dan kesiapan lahan investasi,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil BPN Kepri, Nurus Sholichin, menyampaikan bahwa pihaknya bersama Kantah Tanjungpinang dan Bintan hadir untuk membahas posisi dan status tanah, baik yang telah dikuasai, diusahakan, maupun yang berpotensi ditelantarkan.

