Tetapi Cinderella dikurung dulu oleh dua saudari tirinya agar tidak bisa ikut. Namun, Cinderella di cerita ini adalah wanita yang luar biasa, ia mampu menyelinap dan akhirnya pergi ke pohon ajaib. Setelah semua persiapan telah siap, ia berangkat ke pesta dansa.

Baca Juga: Dalam Sepekan, Polresta Tanjungpinang Ungkap 3 Orang Pelaku Persetubuhan Anak Dibawah Umur

Pohon ajaib memberi pesan pada Cinderella untuk kembali sebelum tengah malam, atau gaunnya menghilang. Di pesta pertama, pangeran sudah begitu jatuh cinta pada Cinderella. 

Sayangnya, sebelum pesta benar-benar berakhir, di tengah malam Cinderela menghilang.

Pangeran mulai mempersiapkan cara untuk “menangkap” Cinderela. Pada pesta kedua, ia meminta prajuritnya untuk menyiapkan penanda semacam lumpur untuk mengetahui ke mana jejak kaki Cinderella. Cara pertama gagal, karena jejak kaki itu mengarah ke kuburan.

Pesta ketiga, lebih sadis lagi, ia meminta prajurit kerajaan agar menyiapkan perekat (lem) yang terbuat dari bahan tar (aspal) dan bahkan semen. Tujuannya, agar nantinya korbannya akan terjebak. Tentu saja, Cinderella.

Baca Juga: Pemenang Lomba Pekan Tilawatil Qur’an LPP RRI Tanjungpinang Akan Bertanding di Tingkat Nasional

Para gadis lainnya banyak yang terjebak di semen dan tar tersebut. Tapi, berbeda dengan para gadis lainnya, Cinderella memilih meninggalkan sepatu kacanya (sebelah) dan tetap melarikan diri.

Pada akhirnya, pangeran yang ditemani prajurit kerajaan membawa sepatu kaca itu kemana-mana. Apakah benar hanya Cinderella di satu negeri itu yang muat?.