Penambahan satu hari pelaksanaan dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat yang belum sempat berbelanja pada hari pertama.
“Kita laksanakan selama dua hari, 9 dan 10 September 2026. Mengingat kesibukan para ibu rumah tangga mengantar anaknya ke sekolah, sehingga diberikan kesempatan keesokan harinya untuk berbelanja,” jelasnya.
Ia menyebutkan, MinyaKita dan beras menjadi komoditas bahan pokok yang paling banyak dicari masyarakat dalam kegiatan tersebut.
“Komoditas bahan pokok yang paling banyak dicari masyarakat yakni MinyaKita dan beras,” ungkap Riany.
Sementara itu, salah seorang warga Perumahan Griya Senggarang Permai (GSP), Yuli, mengaku bersyukur dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan anggaran sekitar Rp200 ribu.
“Ada minyak, tepung, bayam, dan cabai. Alhamdulillah sangat membantu,” ucap Yuli.
Yuli berharap program operasi pasar murah dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
Menurutnya, kegiatan tersebut sangat membantu masyarakat, terutama ibu rumah tangga, dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau.

