Beberapa perusahaan asal Australia yang telah beroperasi di Batam di antaranya PT Austin Engineering dan PT Thiess.
Meski demikian, Australia masih berada di urutan 12 besar penanam modal asing (PMA) di Batam. Oleh karena itu, Amsakar berharap, lawatan ini dapat mendorong peningkatan jumlah investasi dari Negeri Kanguru tersebut.
Ia juga menawarkan peluang kerja sama di sejumlah sektor strategis seperti pengembangan Data Centre dan Artificial Intelligence di Nongsa Digital Park, energi terbarukan (solar panel), manufaktur, galangan kapal (shipyard), hingga sektor pariwisata.
“Tentu kami berharap investasi Australia bisa terus meningkat. Kehadiran Pak Dubes dan tim diharapkan dapat menjadi jembatan untuk menghubungkan Batam dengan lebih banyak PMA asal Australia,” tambahnya.
Amsakar optimistis, kehadiran dua regulasi baru yakni Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2025 dan PP Nomor 28 Tahun 2025 yang mempermudah perizinan dan investasi, akan menjadi daya tarik tambahan bagi investor.
“Pada 3 Juni lalu, Bapak Presiden telah mengeluarkan dua regulasi yang sangat memudahkan investasi. Sejumlah perizinan yang selama ini harus diurus ke kementerian, kini cukup diselesaikan di Batam,” jelasnya.

