Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat posisi Pelabuhan Batam sebagai transshipment hub sekaligus simpul logistik internasional di kawasan Selat Malaka.
Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menekankan peningkatan kinerja kepelabuhanan harus diikuti dengan penguatan kualitas pelayanan kepada pelaku usaha maupun masyarakat.
Hingga Agustus 2026, lalu lintas penumpang domestik dan internasional mencapai 6.718.075 orang.
Adapun kunjungan kapal barang dan penumpang tercatat sebanyak 73.230 call atau tumbuh 1 persen secara tahunan.
Tingginya mobilitas penumpang laut yang menembus 6,7 juta orang dan aktivitas logistik yang kian padat menuntut peningkatan mutu pelayanan publik di seluruh terminal.
“BP Batam terus mempererat sinergi dengan unsur CIQP serta para asosiasi maritim agar seluruh proses kepelabuhanan berjalan makin cepat, terukur, dan akuntabel,” kata Li Claudia.
Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengapresiasi capaian unit bisnis kepelabuhanan yang dinilai mencerminkan penguatan tata kelola dan optimalisasi aset.
Ia menyebut realisasi general cargo Terminal Umum Batu Ampar yang telah mencapai 102 persen dari target tahunan menjadi salah satu indikator positif.
Sementara realisasi peti kemas mencapai 542.927 TEUs atau sekitar 72 persen dari target tahunan sebesar 750.000 TEUs.
“Kinerja positif yang melampaui 100 persen pada komoditas general cargo di Batu Ampar serta realisasi peti kemas yang on track membuktikan efektivitas transformasi tata kelola bisnis di lingkungan pengusahaan,” ujar Denny.

