HARIANMEMOKEPRI.COM — Koalisi Rakyat Batam melakukan aksi unjuk rasa dengan total 550 orang pada peringatan Hari Buruh Internasional 2023 di Kantor Walikota dan Kantor DPRD Kota Batam, Senin (01/2023). 

Pada unjuk rasa tersebut, kedatangan Koalisi Rakyat Batam di sambut oleh Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N, Dandim 0316 Batam Letkol Inf Galih Bramantyo, Walikota Batam Muhammad Rudi, Sekda Kota Batam Jefridin Hamid, Kepala Disnaker Kota Batam Rudi Sakyakirti, Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto. 

Ada beberapa tuntutan yang disampaikan Koalisi Rakyat Batam pada aksi unjuk rasa itu diantaranya mencabut UU No. 6 Tahun 2023 Omnibuslaw Cipta Kerja, mengesahkan RUU Pekerja Rumah Tangga, 

Baca Juga: Polsek Batu Aji Monitoring Wilayah Industri Pada Peringatan Hari Buruh Internasional

Mencabut Parlementary Thereahold 4%, tolak RUU Kesehatan dan tingkatkan Kinerja Pengelolaan Air dan Energy Listrik untuk Masyarakat Batam. 

Dalam orasinya, Beta dari Garda Metal FSPMI Kota Batam menyampaikan aksi unjuk rasa ini dilakukan serentak seluruh Indonesia, pihaknya sangat sedih melihat Pemerintah saat ini terhadap kaum buruh

“Kami juga melakukan aksi serentak diseluruh Indonesia, sangat sedih melihat pemerintah saat ini kepada kaum buruh, kami gunakan atribut ini adalah sudah bagian dari darah daging kami sebagai partai buruh, mati pun saya darah saya adalah darah buruh,” ucap Beta. 

Baca Juga: Kejaksaan Agung Lembaga Penegak Hukum Paling Dipercaya Oleh Masyarakat, Kapuspenkum Ucapkan Terima Kasih