HARIANMEMOKEPRI.COM – Walikota Batam, Amsakar Achmad, menyambut langsung kedatangan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Arifah Choiri Fauzi di Bandara Hang Nadim, Rabu (23/4/2025).

Kunjungan kerja Menteri Arifah di Batam berfokus pada penguatan sistem perlindungan terhadap perempuan dan anak, serta pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Agenda pertama akan berlangsung Kamis (24/4), berupa dialog bersama Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) di bawah naungan Pemerintah Kota Batam.

Dalam forum ini, dibahas berbagai isu aktual, mulai dari perlindungan korban kekerasan, penguatan layanan pendampingan, hingga kolaborasi lintas sektor dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Menteri PPPA juga dijadwalkan mengunjungi pelaku UMKM yang dikelola perempuan dan menjadi binaan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) serta pemangku kepentingan lokal lainnya.

Kegiatan ini menjadi gambaran peran strategis perempuan dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dan daerah.

Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan, Menteri Arifah turut menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI) yang digelar di Hotel Pacif Batam.

Forum tersebut menjadi ajang konsolidasi organisasi perempuan dari berbagai daerah untuk memperkuat kontribusi terhadap pembangunan nasional.

Walikota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menteri PPPA. Ia berharap momentum ini semakin mempererat komitmen dalam menjadikan Batam sebagai kota yang ramah terhadap perempuan dan anak.

“Kehadiran Ibu Menteri memberi energi baru bagi kita semua untuk terus memperkuat sinergi dan inovasi dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya kaum perempuan,” ujar Amsakar.

Pada hari yang sama, Amsakar juga menyambut kedatangan Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, serta Wakil Menteri BUMN RI, Dony Oskaria.

Kunjungan kedua pejabat negara tersebut turut menegaskan posisi strategis Batam sebagai kawasan perbatasan dan pusat pertumbuhan investasi nasional.