“Saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman HRD yang terus mendukung kami. Ini bentuk nyata kolaborasi kita dalam menekan angka pengangguran di Batam,” ujar Amsakar.
Dalam arahannya, Amsakar menekankan pentingnya peran aktif perusahaan dalam menyerap tenaga kerja lokal, khususnya yang bersifat unskill. Ia mengatakan agar perusahaan dapat merekrut minimal 10 hingga 12 persen dari tenaga kerja lokal yang tersedia.
“Kebijakan ini saya harap bisa diimplementasikan. Dengan memberikan kesempatan kepada tenaga kerja lokal, kita bisa menekan angka pengangguran. Ini peran sosial perusahaan yang nyata,” tegasnya.
Wali Kota juga mengungkapkan hasil studi dan penelusuran yang menunjukkan bahwa peningkatan investasi di Batam tidak selalu sejalan dengan bertambahnya lapangan pekerjaan. Oleh karena itu, ia meminta Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) juga memberikan prioritas kepada putra-putri daerah.
“Peningkatan investasi belum tentu selaras dengan peningkatan kesempatan kerja. Maka, mari kita bangun sinergi agar Batam tumbuh tidak hanya secara ekonomi, tapi juga sosial,” katanya.

