Dalam laporannya, Pansus turut mengapresiasi sejumlah capaian Pemerintah Kota Batam sepanjang tahun 2025.
Di antaranya pertumbuhan ekonomi sebesar 6,78 persen yang melampaui rata-rata provinsi dan nasional, penurunan tingkat kemiskinan hingga 3,81 persen, serta keberhasilan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Selain itu, Batam juga dinilai berhasil menunjukkan kemajuan sebagai kota inovatif serta kota layak anak.
Pansus memaparkan secara rinci capaian kinerja makro daerah, pelaksanaan 15 program prioritas wali kota, hingga kinerja OPD dalam enam sektor layanan dasar. Keenam sektor tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan, ketentraman dan ketertiban umum, serta bidang sosial.
Secara umum, kinerja Pemerintah Kota Batam dinilai berada pada kategori baik hingga sangat baik. Meski demikian, Pansus mencatat sejumlah hal yang masih perlu dibenahi, seperti kekurangan tenaga pendidik, belum optimalnya beberapa indikator kesehatan, serta kendala teknis dalam pelaksanaan sejumlah program layanan publik.
Pansus juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas hasil (outcome) dari setiap program, tidak hanya berfokus pada capaian output.
Hal ini dinilai dapat dicapai melalui penguatan sinergi antar OPD serta optimalisasi penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).
Pada bagian akhir, Pansus menyampaikan dua rekomendasi utama. Pertama, terkait program layanan kesehatan gratis bagi warga ber-KTP Batam yang dinilai belum berjalan optimal.

