“Alhamdulillah, dengan bantuan ini, lubang-lubang di jalan yang selama ini cukup mengganggu pengguna jalan mulai bisa kami perbaiki,” tutur Tetti.
Agar kegiatan gotong royong ini berkelanjutan, pihak kecamatan berencana menggabungkan petugas kebersihan dari empat desa di Jemaja Timur menjadi satu tim kerja yang akan bergilir membersihkan lingkungan antar desa.
Menurut Tetti, sinergi antar desa sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan akses jalan yang aman bagi masyarakat.
Ia juga berharap pemerintah desa, kecamatan, hingga OPD terkait bisa berkolaborasi menjaga kebersihan dan perbaikan jalan, terutama pada ruas jalan dari Bukit Padi menuju Kuala Maras yang saat ini kondisinya cukup memprihatinkan.
“Jika kita bersatu, jalan-jalan yang ada tentu bisa terpelihara dengan baik. Masyarakat pun tidak lagi khawatir saat berkendara, baik siang maupun malam,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Tetti berharap Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dapat melanjutkan pembangunan jalan Bukit Padi–Kuala Maras yang hingga kini masih terputus. Ia optimistis perbaikan akan dilakukan pada tahun 2027 mendatang.
“Kami maklum karena saat ini masih dalam efisiensi anggaran. Namun ke depan kami tetap berharap agar jalan provinsi tersebut dapat dilanjutkan pembangunannya hingga ke Desa Kuala Maras,” pungkasnya.

