HARIANMEMOKEPRI.COM – Keberadaan gudang material untuk proyek rehabilitasi irigasi di tengah pemukiman Kampung Pasiran, Desa Bukit Padi, Kecamatan Jemaja Timur, dikeluhkan warga sekitar.
Gudang yang berisi semen, pasir, dan batu kerikil (split) itu disebut-sebut mengganggu kesehatan dan ketentraman masyarakat.
Gudang tersebut diketahui hanya berjarak sekitar 10 hingga 15 meter dari rumah warga, salah satunya rumah milik Edi, warga Kampung Pasiran.
Tak hanya itu, aktivitas bongkar muat material seperti semen, pasir, dan batu kerikil di lokasi tersebut kerap menimbulkan suara bising dari alat berat milik kontraktor, hingga mengganggu waktu istirahat warga, termasuk saat waktu ibadah berlangsung.
“Saya sudah pernah datangi kontraktor untuk bicara baik-baik. Saya minta mereka cari solusi supaya debu semen tidak beterbangan dan mengganggu kesehatan kami. Di rumah saya ada bayi yang baru lahir, itu sangat berbahaya kalau setiap hari menghirup debu,” keluh Edi kepada wartawan, Sabtu (28/6/2025).
Menurutnya, setiap kali pekerja memindahkan semen dari baket ke mobil molen, debu yang dihasilkan sangat banyak hingga masuk ke dalam rumah.
Kondisi tersebut, kata dia, sudah sangat mengganggu dan membahayakan kesehatan keluarganya.
“Silakan lihat sendiri kondisinya. Kalau angin berputar, debu semen pasti masuk ke dalam rumah. Bagaimana kami bisa sehat kalau setiap hari makan debu? Apalagi ada anak kecil di rumah,” ujarnya.
Edi mengaku tidak bermaksud mempersulit para pekerja maupun kontraktor. Namun, ia khawatir jika kegiatan bongkar muat material itu terus berlanjut, kesehatan keluarganya akan semakin terancam.

