Menemukan Khasanah Rasa yang Hampir Punah

Para pembuat oleh-oleh lokal kini mulai gencar menghidupkan kembali varian kudapan lawas yang sempat meredup akibat gempuran makanan pabrikan berskala besar yang mendominasi pasar swalayan.

Penggunaan bahan-bahan organik yang dipanen langsung dari kebun warga sekitar memberikan jaminan kesegaran alami sekaligus mendukung keberlanjutan ekonomi para petani skala kecil di pedesaan.

Keunikan proses pembuatan yang masih mempertahankan cara-cara tradisional seperti memanggang menggunakan kayu bakar memberi karakter rasa asap yang sangat khas dan mustahil ditiru oleh mesin modern.

Saat mengunjungi salah satu pembuat jadah tempe di kawasan Kaliurang, kita dapat menyaksikan ketelitian sang pembuat dalam menumbuk ketan hangat hingga mencapai tekstur lembut yang sempurna.

Perpaduan antara rasa gurih ketan yang pulen serta manisnya tempe bacem yang meresap sempurna sampai ke dalam ciptakan keharmonisan rasa yang selalu dirindukan para pelancong.

Pengalaman kuliner yang otentik semacam ini memberi nilai tambah yang jauh melebihi harga nominal yang kita bayarkan untuk satu porsi sajian tradisional tersebut.