“Sesuai harapan keluarga korban, pelaku diharapkan bisa bertaubat dan mengakui kesalahannya, karena sesungguhnya perempuan ini diciptakan bukan untuk disiksa, perempuan itu dinikahi untuk disayangi, anak adalah anugerah amanah dari tuhan bukan untuk dipukuli dan dianiaya, seperti yang diutarakan majelis hakim pernikahan itu merupakan sebuah ikatan lahir dan bathin yang harus dijaga,” imbuhnya.

Untuk diketahui, sesuai agenda sidang lanjutan akan kembali digelar pada hari Rabu 18 Januari 2023 mendatang dengan agenda pemeriksaan keterangan dari saksi terdakwa. (Eni)