Dalam latihan PHH itu dibuat skenario adanya sejumlah massa pendukung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri namun di tolak oleh Paslon lain sehingga terjadi unjuk rasa dalam menyampaikan aspirasi.
“Di sini Lanud RHF di tuntut untuk segera menanggulangi aksi tersebut dan berkoordinasi dengan POMAU, kemudian kita koordinasi dengan polisi serta unsur lain untuk melakukan pengamanan sehingga kita bisa mengamankan resiko kejadian yang tidak kita harapkan,”jelas Danlanud RHF Tanjungpinang.
Sejak pengamanan kemarin hingga selesai tahap pencoblosan, Lanud RHF Tanjungpinang menurunkan satu SSK (Satuan Setingkat Kompi) yang standby dan siap dikerahkan sewaktu waktu dalam pengamanan pemilu bersama Polri.
“Harapannya anggota kami mendapatkan pengetahuan tentunya disiplin karena tidak boleh PHH melakukan kegiatan di luar dari perintah atasan. Tugas kita hanya memisahkan mereka supaya tidak merusak dan tidak menimbulkan korban jiwa,”pungkasnya.
Pada latihan PHH tampak sejumlah pengunjuk rasa tidak senang atas kehadiran pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri pada Pemilu kali ini.

