HARIANMEMOKEPRI.COM — PT Ciomas Adisatwa mengekspor ayam hidup sebanyak 35.696 ekor dengan 8 kontainer ke Singapura melalui Pelabuhan Sri Payung Km 6 Tanjungpinang, Jumat (07/2023).

PT Ciomas Adisatwa merupakan anak perusahaan dari Japfa Komplit Indonesia yang baru berjalan 1,5 tahun dengan memiliki 15 mitra bersama peternak kecil yang bina oleh PT Ciomas Adisatwa. 

Baca Juga: Dandim 0315 Tanjungpinang Ikut Hadiri Semarak Idul Adha Pulau Penyengat

Puluhan ribu ekspor ayam hidup oleh PT Ciomas Adisatwa ini untuk mendorong komoditi yang dapat diekspor ke berbagai negara melalui Provinsi Kepulauan Riau. Ayam yang diekspor tersebut menggunakan Kapal angkut Roro Legend Gemini dan dilepas langsung Gubernur Kepri Ansar Ahmad. 

Pada kesempatan itu Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengungkapkan ini merupakan satu sejarah bagi Provinsi Kepri dengan mengekspor komoditi ayam hidup ke Singapura. Dimana negara Singapura sebagai negara security food begitu tinggi dan memerlukan proses cukup panjang.

Baca Juga: Metode On the Spot Tim Jaksa Dari Kejaksaan Tinggi Kepri Berikan Penyuluhan dan Pelayanan Hukum

“Ini satu sejarah baru bagi kita karena mengekspor komoditi ayam hidup ke Singapura tidak gampang. Karena kita tahu Singapura Negara security foodnya tinggi dan ini prosesnya sangat panjang hampir 1 tahun baru bisa di kirim. Kita berharap juga banyak komoditi lain yang bisa di versifikasi atau di produksi lain oleh Japfa atau PT Ciomas ini seperti telur,” jelas Gubernur Kepri Ansar Ahmad. 

Masih kata Gubernur Kepri Ansar Ahmad,  beberapa jenis ekspor yang komoditinya masih relatif kecil. Pada tahun 2022 sudah mulai dilakukan ekspor komoditi terutama sayuran tercatat 5500 ton berbagai jenis sayuran dengan di ekspor ke Singapura. 

Baca Juga: Tim Sekjen DPR RI Kunjungi Polresta Barelang Bahas Perkara Tindak Pidana TPPO

“Kita berharap juga nanti komoditi lainnya yang bisa di versifikasi produksi oleh Japfa atau PT Ciomas ini seperti telur yang saat ini dimana tiap hari masih mendatangkan dari Medan sekitar 1 juta butir perhari. Kita berusaha beberapa komoditi yang selalu fluktuatif memengaruhi inflasi bisa kita jadikan sebagai produk swasembada,” terang Gubernur Kepri Ansar Ahmad melanjutkan. 

Sementara itu Anwar Tandiono Kepala PT Ciomas Adisatwa menjelaskan pada ekspor ayam hidup kali ini merupakan lebih besar dari sebelumnya sebanyak 23 ribu ekor. Pada hari ini sebanyak 35.696 ekor ayam hidup yang di ekspor dengan 8 kontainer.

Baca Juga: Operasi Patuh Seligi Bakal Berlangsung Selama 14 Hari, Ini 7 Pelanggaran Prioritas Bagi Pengendara

“Untuk yang kita kirim ini dengan berat berkisar 1,8 hingga 2 kg. Ayam ini langsung dari Bintan jadi penetasannya juga dari Bintan dan kita harapkan nanti pembibitan juga dari Bintan. Kita dari Japfa Komplit Indonesia berusaha sama-sama pemerintah daerah bisa mencapai swasembada baik ayam maupun telur,” ungkap Acai sapaan akrab Anwar Tandiono. 

Dirinya menargetkan ekspor ayam hidup ini 2 – 3 kali dalam seminggu namun butuh waktu karena ekspor ke Singapura tidak gampang. Proses agar bisa ekspor ke Singapura dari awal hingga pengiriman butuh waktu 1 tahun.

Baca Juga: Penuh Rasa Kekeluargaan, Jajaran Kodim 0315 Tanjungpinang Berikan Kejutan Pada Peringatan Hari Bhayangkara 77

“Karena banyak hal hal yang kita lengkapi baik audit dari Pemerintah kita sendiri maupun pemerintah Singapura. Jadi kita buktikan kita mampu dan Kepri berhasil pada saat ini,”pungkasnya.***