Komisi Ahli Malaria, Ferdinand J. Laihad, menjelaskan bahwa pengendalian malaria tidak hanya bergantung pada pelayanan kesehatan, tetapi juga memerlukan peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Menurutnya, Nyamuk Anopheles merupakan nyamuk penular malaria hidupnya di air bersih dengan dasar tanah atau bahan alam bukan kontainer dan juga bukan bak mandi.

Nyamuk yang hidup di air bersih di Container dan bak mandi adalah nyamuk Aedes aegypti merupakan nyamuk penular demam dengue atau demam berdarah.

“Konsistensi masyarakat sangat dibutuhkan. Kami juga akan membantu menyediakan bahan yang dapat digunakan untuk mencegah nyamuk berkembang biak di tempat penampungan air,” katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, dr. Yosei Susanti menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam mendukung penanganan malaria di Tanjungpinang melalui edukasi kesehatan, pendampingan teknis, serta pelayanan bagi pasien yang sedang menjalani perawatan.

Di sisi lain, Kepala Bappelitbang Kota Tanjungpinang Riono, menyebut tingginya angka kasus malaria perlu mendapat perhatian khusus. Namun demikian, pihaknya juga mempertimbangkan berbagai aspek regulasi dan pembiayaan dalam penanganan kasus tersebut.