Ia menambahkan, masa panen masih akan berlanjut dan diperkirakan kembali berlangsung dalam kurun waktu sekitar 20 hari ke depan atau pada awal bulan mendatang.
Agus mengaku awalnya tidak yakin lahan bekas tambang bauksit dapat dimanfaatkan untuk pertanian.
Saat pertama kali mengelola lahan seluas dua hektare, ia hanya menanami sekitar 1,25 hektare karena meragukan tingkat kesuburan tanah.
“Awalnya saya tidak yakin karena kondisi tanahnya bekas tambang. Namun setelah melihat hasilnya, sekarang luas lahan yang dikelola sudah mencapai empat hektare. Hasil panen ini dipasarkan untuk wilayah Tanjungpinang, dan jika produksinya melimpah bisa juga disuplai ke Batam,” pungkasnya.

