“Target 80 ton itu belum final karena proses panen masih berlangsung. Diperkirakan panen akan terus dilakukan selama 15 hingga 20 hari ke depan,” katanya.
Sementara itu, salah seorang petani binaan Kogabwilhan I, Agus, optimistis target produksi dapat tercapai meskipun cuaca kurang bersahabat dalam beberapa waktu terakhir.
“Di lahan empat hektare ini kami perkirakan bisa menghasilkan 70 hingga 80 ton semangka. Kalau kondisi cuaca lebih baik, hasilnya mungkin bisa lebih tinggi lagi,” ungkap Agus.
Ia menambahkan, masa panen masih akan berlanjut dan diperkirakan kembali berlangsung dalam kurun waktu sekitar 20 hari ke depan atau pada awal bulan mendatang.
Agus mengaku awalnya tidak yakin lahan bekas tambang bauksit dapat dimanfaatkan untuk pertanian.
Saat pertama kali mengelola lahan seluas dua hektare, ia hanya menanami sekitar 1,25 hektare karena meragukan tingkat kesuburan tanah.
“Awalnya saya tidak yakin karena kondisi tanahnya bekas tambang. Namun setelah melihat hasilnya, sekarang luas lahan yang dikelola sudah mencapai empat hektare. Hasil panen ini dipasarkan untuk wilayah Tanjungpinang, dan jika produksinya melimpah bisa juga disuplai ke Batam,” pungkasnya.

