Menurutnya, berbagai tantangan yang dihadapi petani selama proses budidaya tidak menyurutkan semangat untuk terus meningkatkan hasil produksi.

Keberhasilan panen saat ini menjadi motivasi untuk mengembangkan pengelolaan lahan reklamasi secara lebih optimal.

Mia menjelaskan hasil panen semangka tersebut tidak hanya dipasarkan untuk masyarakat umum, tetapi juga diarahkan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), memenuhi kebutuhan sektor perhotelan, serta membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Target 80 ton itu belum final karena proses panen masih berlangsung. Diperkirakan panen akan terus dilakukan selama 15 hingga 20 hari ke depan,” katanya.

Sementara itu, salah seorang petani binaan Kogabwilhan I, Agus, optimistis target produksi dapat tercapai meskipun cuaca kurang bersahabat dalam beberapa waktu terakhir.

“Di lahan empat hektare ini kami perkirakan bisa menghasilkan 70 hingga 80 ton semangka. Kalau kondisi cuaca lebih baik, hasilnya mungkin bisa lebih tinggi lagi,” ungkap Agus.