Belanda kemudian mengirim armada besar ke Malaka untuk menyerang pertahanan Raja Haji Fisabilillah. Pada 18 Juni 1784, terjadi perang yang dikenal sebagai Perang Sosoh, yaitu perang satu lawan satu, di mana Raja Haji Fisabilillah bersama sekitar 500 pasukan gugur.

Jenazah Raja Haji Fisabilillah dimakamkan di Bukit Bendera, Malaka, Malaysia, namun kemudian dipindahkan ke Pulau Penyengat oleh putranya, Raja Jakfar.

Peristiwa pada 6 Januari 1784 kemudian diabadikan menjadi Hari Jadi Kota Tanjungpinang, dan Raja Haji Fisabilillah dijadikan Pahlawan Nasional Republik Indonesia.