Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa partikel di udara masih perlu diwaspadai, terutama apabila aktivitas kebakaran hutan dan lahan kembali meningkat.

Sementara itu, hasil pengamatan alat observasi di Stasiun Meteorologi Kelas II Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang menunjukkan jarak pandang mendatar berada pada kisaran 2 hingga 6 kilometer.

Penurunan jarak pandang ini dinilai signifikan dan dapat mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk operasional penerbangan di Bandara Raja Haji Fisabilillah, terutama apabila jarak pandang turun hingga di bawah 5 kilometer.

Warga Diminta Waspadai Karhutla

BMKG Tanjungpinang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan dalam beberapa hari ke depan.

“Cuaca yang relatif kering serta kondisi angin yang dapat membantu penyebaran api dan asap menjadi faktor yang perlu diperhatikan,” ucap Prakirawan BMKG Tanjungpinang.

Masyarakat juga diminta mencermati perubahan cuaca yang dapat terjadi dengan cepat, terutama saat beraktivitas di luar ruangan maupun di wilayah perairan.

Selain itu, warga disarankan memperhatikan kondisi kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar rumah, menggunakan masker yang sesuai apabila diperlukan, serta menghindari aktivitas yang dapat memicu munculnya sumber api.

BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran lahan dan memperburuk kualitas udara di Pulau Bintan.

Informasi cuaca terkini dapat diperoleh masyarakat melalui aplikasi InfoBMKG, laman resmi BMKG, serta kanal informasi BMKG Tanjungpinang.