“Ini bukan soal seremonial, tapi soal menjaga ekosistem, terutama di wilayah Kepulauan Riau dan Tanjungpinang,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 10 Tanjungpinang, Yulismar, menjelaskan bahwa penanaman 5.000 pohon mangrove ini diinisiasi pihak sekolah sebagai bentuk edukasi kepada siswa dan masyarakat sekitar.

“Kegiatan ini tidak hanya menjaga lingkungan, tapi juga memberikan pemahaman kepada siswa agar peduli terhadap pantai dan laut,” kata Yulismar.

Ia menyebutkan, mangrove memiliki banyak manfaat, seperti menahan abrasi pantai, menjaga keanekaragaman hayati, serta mendukung keberlangsungan hidup biota laut.

“Ke depan, kami juga akan mengembangkan modul pembelajaran berbasis lingkungan bagi guru dan siswa agar mereka menjadi pelopor dalam menjaga bumi,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Wali Kota Tanjungpinang, unsur Forkopimda, stakeholder terkait, serta perwakilan Project Manager FOLU RBC Norwegia Tahap 2 dan 9 dari Kementerian Kehutanan RI.