Walaupun begitu, peristiwa ini juga dikatakan memuat berbagai hal yang membuat Rasullullah SAW sedih.
Baca Juga: Apakah ada makanan yang bisa mencegah rambut beruban? Simak Ulasannya
Dari ajaran langit tersebut, terdapat nilai-nilai signifikan bagi sebuah kepemimpinan. Pertama, sebagaimana tercermin dari ayat yang mengemukakan peristiwa Isra Mi’raj, yang dimulai dengan tasbih, juga peristiwa pembersihan dada Nabi dengan air zamzam ditambah dengan wudhu.
Maka dalam sebuah kepemimpinan, hal pertama yang harus dilakukan adalah menjaga integritas moral. Dalam konteks keindonesiaan, hal ini dapat diwujudkan dengan revolusi mental yang dimulai dari tingkat aparaturnya.
Baca Juga: Berat badan yang meningkat saat menstruasi apakah hal biasa? Berikut Penjelasannya
Kedua, selain integritas moral, yang tidak kalah pentingnya adalah belajar kepada sejarah.
Ia bisa berupa nilai-nilai yang berkenaan dengan masa lampau, dapat pula berupa pengalaman dari orang per-orang yang pernah menjalankan sebuah kepemimpinan.

