HARIANMEMOKEPRI.COM — Sayyidah Khadijah binti Khuwailid adalah seorang wanita sukses yang berprofesi sebagai pedagang besar di antara kaum Quraisy. Kisah cinta Sayyidah Khadijah dengan Nabi Muhammad SAW bermula ketika ia mencari seseorang yang dapat dipercaya untuk membantu bisnisnya.

Sayyidah Khadijah dikenal sebagai perempuan yang lahir dari keluarga terhormat dan mulia. Masyarakat pada zaman Jahiliyah bahkan memberinya julukan at-Thahirah, yaitu seorang wanita yang suci.

Beberapa riwayat menyebutkan bahwa Sayyidah Khadijah berstatus janda sebelum menikah dengan Rasulullah. Beliau sudah menikah sebanyak dua kali, akan tetapi kedua suaminya meninggal sehingga Sayyidah Khadijah menjadi seorang janda.

Baca Juga: Kisah Teladan Asiah Binti Muzahim Istri Firaun Tetap Teguh dengan Iman Islamnya Walau disiksa oleh Suaminya

Dijelaskan dalam Kitab Ar-Rahiqul Makhtum karya Syeikh Shafiyyur-Rahman Al-Mubarakfury, Sayyidah Khadijah adalah seorang wanita yang berbisnis dalam masyarakat patriarki sehingga ia membutuhkan laki-laki untuk membantunya.

Sayyidah Khadijah kemudian mencari seseorang yang jujur dan mampu menjalankan bisnisnya. Pada saat itu, Muhammad yang belum diangkat menjadi nabi datang menghampiri Khadijah untuk melamar posisi tersebut.

Tanpa rasa ragu, Sayyidah Khadijah memberikan pekerjaan kepada Muhammad. Ia memerintahkan kepada Muhammad agar menjajakan barang dagangannya ke negeri Syam dengan ditemani seorang pelayan bernama Maisarah.

Baca Juga: Kisah Kemuliaan Hati Hasan Bin Ali Cucu Rasulullah SAW yang Cinta Damai Berikut Kisah Selengkapnya

Beliau juga dibekali modal yang cukup besar dibanding pekerja lain. Di negeri Syam, Muhammad mulai menjual barang-barang dagangannya. Keuntungan yang diperoleh Muhammad berlipat ganda, sehingga Khadijah memberi bonus dari hasil penjualan tersebut.

Berdasarkan buku Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Kisah Istri-Istri Nabi Muhammad SAW karya Herwanti Subekti dan Sutarman, setelah kembali dari perjalanan dagang di Negeri Syam, Sayyidah Khadijah bertanya kepada pelayannya mengenai tingkah laku Muhammad.

Maisarah bercerita bahwa Muhammad adalah pria paling baik dan lembut yang pernah ia temui. Tidak hanya itu, Muhammad juga sangat mumpuni dalam menjalankan tugasnya sebagai mitra dagang. Sayyidah Khadijah pun mulai terkesan dan menaruh perhatian pada Muhammad.

Baca Juga: Kisah Teladan Zunairah Budak Abu Jahal, Tetap Yakin Akan Iman Islamnya Meski Disiksa Majikannya

Sayyidah Khadijah lalu mengungkapkan keinginannya untuk menikah dengan Muhammad. Beliau mengutus seorang sahabat perempuannya yang bernama Nafisah untuk menyampaikan kabar ini kepada Muhammad.

Setelah melalui berbagai perbincangan, Muhammad bersedia menerima tawaran Nafisah untuk menikahi Sayyidah Khadijah. Kabar gembira ini disampaikan kepada kedua pihak keluarga. Muhammad dan pamannya, Hamzah bin Abdul Muthalib bersiap untuk mendatangi rumah Khuwailid bin Asad selaku wali dari Sayyidah Khadijah.

Dua bulan setelah perjalanan bisnis pertamanya, Muhammad resmi menikah dengan Sayyidah Khadijah. Pada saat itu, Nabi Muhammad SAW masih berusia 25 tahun, sedangkan Khadijah berusia 40 tahun. Perbedaan usia ini tidak menjadi masalah bagi mereka berdua, sebab keduanya sudah saling mencintai.

Baca Juga: Ratu Balqis Kononnya Pemimpin di Negeri Saba adalah Manusia Setengah Jin, Simak Kisah Selengkapnya

Selama menikah dengan Sayyidah Khadijah, Muhammad tidak pernah berpoligami dengan perempuan lain. Pernikahannya dikaruniai dua orang putra dan empat orang putri. Mereka adalah Abdullah, Al-Qasim, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, dan Fathimah.

Saat Muhammad menerima wahyu dan diangkat menjadi nabi, Sayyidah Khadijah menjadi orang pertama yang percaya kepada Allah dan Rasul beserta ajaran-ajarannya. Khadijah juga menjadi orang yang selalu mendampingi Nabi Muhammad dalam berdakwah.

Hubungan suami-istri Sayyidah Khadijah dengan Nabi Muhammad SAW berlangsung selama kurang lebih 25 tahun. Ketika Nabi Muhammad SAW berusia 50 tahun, Khadijah wafat pada usianya yang menginjak 65 tahun.

Baca Juga: Kisah Sedih P Ramlee Sang Musisi Jenius Keturunan Indonesia Ini Kisahnya

Mengutip buku Pengantin Al-Quran karya Quraish Shihab, meskipun Sayyidah Khadijah telah meninggal, cinta Rasulullah kepadanya tidak pernah hilang. Nabi Muhammad SAW bahkan pernah menangis ketika tak sengaja melihat kalung yang biasa digunakan oleh almarhum istrinya.***