Keluhan serupa disampaikan Kodir (40), jukir lainnya yang berada tidak jauh dari lokasi toserba tersebut.
“Dari pagi sampai siang, sejak kemarin parkiran sepi,” ucapnya singkat.
Menanggapi hal ini, Kepala Unit Terminal dan Perparkiran (UTPP) Pemalang, Syamsyul Rizal, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan kontraktor proyek agar para jukir yang kehilangan penghasilan bisa diberdayakan sementara sebagai tenaga proyek.
“Alhamdulillah, usulan kami disambut baik pihak kontraktor. Para jukir akan dilibatkan dalam proyek sesuai dengan area kerja masing-masing,” jelas Rizal.
Ia juga menyebutkan bahwa dampak dari sepinya parkiran ini telah dilaporkan kepada Komisi C DPRD Pemalang, karena berpotensi mempengaruhi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perparkiran.
“Sebab bagaimanapun juga, pengurangan aktivitas jukir pasti akan berdampak pada kontribusi PAD dari retribusi parkir,” pungkasnya.

