Tan Malaka sudah mengingatkan hampir seabad lalu, tanpa ilmu pengetahuan bangsa ini akan selalu tertinggal.

Kini, kita berada di persimpangan: apakah pendidikan hanya menjadi alat reproduksi ketimpangan sosial, atau benar-benar menjadi senjata pembebasan? Jawaban itu bergantung pada keberanian kita menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama bangsa, bukan sekadar jargon kampanye.

Penutup

Di momentum HUT ke-80 Republik Indonesia, mari kita sadari bahwa program-program konsumtif semata tidak cukup membangun generasi unggul. Fondasi pendidikanlah yang akan menentukan arah bangsa.

Hanya dengan pendidikan yang memerdekakan, kita bisa berkata dengan lantang: Indonesia benar-benar merdeka.