Sementara itu, sekolah di Batam atau Tanjungpinang berkembang dengan fasilitas lengkap. Jurang ini menimbulkan paradoks: Kepri yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia dua negara dengan kualitas pendidikan dunia justru masih menyisakan anak-anak yang tertinggal dalam literasi.
Bukankah ini ironi? Negeri yang letaknya berdampingan dengan negara maju, namun anak-anaknya masih berjuang sekadar mendapatkan buku, internet, atau guru.
Menuju Kemerdekaan yang Hakiki
Kemerdekaan sejati adalah ketika anak-anak di pulau-pulau kecil punya kesempatan sama untuk bermimpi seperti anak-anak di kota.
Ketika guru di daerah terpencil mendapat kesejahteraan layak, bukan hanya berstatus kontrak.
Dan ketika pendidikan tidak sekadar soal ijazah, melainkan pembentukan manusia yang utuh cerdas akalnya, kuat kemauannya, dan halus perasaannya.
Refleksi ini mengingatkan kita bahwa kemerdekaan yang kita rayakan setiap tahun tidak boleh berhenti pada simbol.
Ia harus diwujudkan dalam akses pendidikan yang merata, berkualitas, dan membebaskan.

